Minggu, 14 Oktober 2012

Flavanoid- Jeruk grapefruit


Jeruk "Grapefruit" Bikin Langsing



Jeruk grapefruit dapat menjadi pilihan karena mengandung flavonoid (senyawa kimia alami yang berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh).

  1. Pektin, serat larut yang membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam darah
  2. Bioflavonoid, menghambat kerja hormon yang mendukung pertumbuhan tumor dan sel kanker
  3. likopen, sejenis antioksidan yang mampu menghambat pertumbuhan kanker prostat. Banyak terdapat pada grapefruit berwarna merah
  4. Phenolic acid, menghambat pembentukan nitrosamin penyebab kanker
  5. Limonoid, terpen, dan monoterpen, menyebabkan produksi enzim yang membantu mencegah kanker
  6. Naringenin, membantu mengurangi kadar kolesterol di dalam darah
  7. Zat besi, membantu pembentukan sel-sel darah merah
  8. Kalsium, membantu pembentukan tulang yang kuat
  9. Potasium dan magnesium, merupakan elektrolit di dalam tubuh
  10. Alpha dan betakaroten, membantu menjaga kesehatan mata dan kulit
  11. Vitamin C, menjaga sistem imun di dalam tubuh
  12. Asam folat, mencegah keguguran pada janin
  13. Asam amino, membantu kekuatan otot-otot tubuh
  14. Vitamin B1 (tiamin), membantu proses metabolisme di dalam tubuh
  15. Vitamin B6, menjaga kekuatan sistem saraf dan otak.


Jenis-jenis grapefruit

Di pasaran grapefruit tersedia dalam dua jenis, yaitu yang berwarna pink atau merah dan kuning.
Perbedaannya terletak pada warna kulit dan daging buahnya. Mengenai rasa, tidak terlalu jauh berbeda. Keduanya memiliki after taste (rasa yang tertinggal di lidah) berupa rasa kesat.
Saat ini juga sudah dapat ditemukan jus grapefruit dalam kemasan dan food supplement berbahan dasar grapefruit. Lebih praktis memang. Tetapi, efek penurunan berat badan terbesar tetap ada pada buah grapefruit yang belum diolah.


Menurunkan kadar insulin

Beberapa tahun lalu banyak pihak yang menyimpulkan bahwa grapefruit memiliki efek thermogenic (menghasilkan panas tubuh), sehingga dapat mempercepat proses pembakaran lemak di dalam tubuh. Menurut hasil uji coba yang dimuat dalam American Journal of Physiology, gula dalam bentuk fruktosa, seperti yang terdapat dalam buah-buahan, memiliki efek thermogenic yang lebih tinggi dibandingkan glukosa, seperti yang terdapat dalam berbagai jenis karbohidrat.

Namun, asumsi tersebut bergeser saat dipublikasikannya hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. Ken Fujioka dari Pusat Penelitian Nutrisi dan Metabolisme, Scripps Clinic, San Diego, Amerika Serikat. Fujioka melakukan studi terhadap 100 orang dewasa yang mengalami obesitas. Mereka dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu yang mengkonsumsi setengah buah grapefruit setiap sebelum makan, segelas jus grapefruit setiap sebelum makan, dan tidak mengkonsumsi grapefruit sama sekali. Selama 12 minggu para partisipan tidak mengalami perubahan yang berarti dalam hal pola makan dan olahraga.

Setelah 12 minggu, diperoleh hasil penelitian sebagai berikut: kelompok pertama dan kedua mengalami penurunan berat badan masing-masing 1,8 kg dan 1,6 kg serta mengalami penurunan kadar insulin dibandingkan sebelum penelitian. Sedangkan kelompok ketiga yang tidak mengkonsumsi grapefruit sama sekali hanya mengalami penurunan berat badan kurang dari 0,5 kg dan kadar insulinnya tidak mengalami perubahan yang berarti. Para peneliti menduga, insulinlah yang berperan dalam membantu menurunkan berat badan.


Bila dengan obat-obatan

Secara garis besar diet ini relatif aman bagi Anda yang sehat. Jika sedang menjalani pengobatan, dan minum obat tertentu, Anda disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum
berdiet. Beberapa senyawa di dalam grapefruit diketahui dapat mengganggu kerja beberapa jenis obat, seperti obat penurun tekanan darah, penurun kadar kolesterol, penenang, dan antivirus, la menghambat enzim di dalam usus yang bertugas sebagai pemecah alami dan penyerap berbagai bahan aktif dalam obat-obatan tersebut. Diduga komponen flavonoid dan atau furanocoumarin menjadi biang keladi penghambat kerja enzim tersebut.

Akibatnya, tekanan darah tetap saja akan meningkat. Anda yang memiliki masalah obesitas dianjurkan untuk melakukan diet ini bersamaan dengan usaha penurunan berat badan lainnya, seperti berolahraga dan mengatur pola makan. Dengan begitu, bobot tubuh yang Anda harapkan akan lebih cepat tercapai dibandingkan Jika Anda hanya mengkonsumsi grapefruit. Anda tak perlu memaksakan diri untuk langsung mengkonsumsi buah ini. ’Berkenalan’ saja dulu dengan rasa baru ini secara perlahan-lahan. Sekarang buah ini bisa diperoleh di supermarket-supermarket besar, sebagai hasil perkebunan grapefruit di Nusa Tenggara Barat milik Samawa Citrus. Jeruk ini mulai dipanen dari bulan Mei hingga September.


Sebuah penelitian menemukan, jeruk Grapefruit adalah salah satu makanan yang mampu membantu program penurunan berat badan. Menurut kajian data dari tahun 2003-2008, rata-rata wanita yang mengonsumsi sejumlah porsi tertentu jeruk Grapefruit atau jus jeruk Grapefruit mengalami penurunan berat sampai 4,5 kilogram, dan Indeks Massa Tubuh atau BMI nya lebih rendah 6 persen dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi jeruk Grapefruit.




1. Apakah mengekstraksi/ mengidentifikasi flavanoid pada buah  jeruk Grapefruit dapat dilakukan dengan metode analisis High Performance Liquid Chromatography (HPLC)?
2. Bagaimana Struktur Flavanoid atau  furanocoumarin dapat menghambat kerja enzim?