Rabu, 03 Oktober 2012

Alkaloid


Alkaloid : Senyawa Organik Terbanyak di Alam


Dalam dunia medis dan kimia organik, istilah alkaloid telah lama menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dalam penelitian yang telah dilakukan selama ini, baik untuk mencari senyawa alkaloid baru ataupun untuk penelusuran bioaktifitas. Senyawa alkaloid merupakan senyawa organik terbanyak ditemukan di alam. Hampir seluruh alkaloid berasal dari tumbuhan dan tersebar luas dalam berbagai jenis tumbuhan. Secara organoleptik, daun-daunan yang berasa sepat dan pahit, biasanya teridentifikasi mengandung alkaloid. Selain daun-daunan, senyawa alkaloid dapat ditemukan pada akar, biji, ranting, dan kulit kayu.
Berdasarkan literatur, diketahui bahwa hampir semua alkaloid di alam mempunyai keaktifan biologis dan memberikan efek fisiologis tertentu pada mahluk hidup. Sehingga tidaklah mengherankan jika manusia dari dulu sampai sekarang selalu mencari obat-obatan dari berbagai ekstrak tumbuhan. Fungsi alkaloid sendiri dalam tumbuhan sejauh ini belum diketahui secara pasti, beberapa ahli pernah mengungkapkan bahwa alkaloid diperkirakan sebagai pelindung tumbuhan dari serangan hama dan penyakit, pengatur tumbuh, atau sebagai basa mineral untuk mempertahankan keseimbangan ion.
Alkaloid secara umum mengandung paling sedikit satu buah atom nitrogen yang bersifat basa dan merupakan bagian dari cincin heterosiklik. Kebanyakan alkaloid berbentuk padatan kristal dengan titik lebur tertentu atau mempunyai kisaran dekomposisi. Alkaloid dapat juga berbentuk amorf atau cairan. Dewasa ini telah ribuan senyawa alkaloid yang ditemukan dan dengan berbagai variasi struktur yang unik, mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling sulit.
Dari segi biogenetik, alkaloid diketahui berasal dari sejumlah kecil asam amino yaitu ornitin dan lisin yang menurunkan alkaloid alisiklik, fenilalanin dan tirosin yang menurunkan alkaloid jenis isokuinolin, dan triftopan yang menurunkan alkaloid indol. Reaksi utama yang mendasari biosintesis senyawa alkaloid adalah reaksi mannich antara suatu aldehida dan suatu amina primer dan sekunder, dan suatu senyawa enol atau fenol. Biosintesis alkaloid juga melibatkan reaksi rangkap oksidatif fenol dan metilasi. Jalur poliketida dan jalur mevalonat juga ditemukan dalam biosintesis alkaloid.
Berikut adalah beberapa contoh senyawa alkaloid yang telah umum dikenal dalam bidang farmakologi :
Senyawa Alkaloid
(Nama Trivial)
Aktivitas Biologi
Nikotin
Stimulan pada syaraf otonom
Morfin
Analgesik
Kodein
Analgesik, obat batuk
Atropin
Obat tetes mata
Skopolamin
Sedatif menjelang operasi
Kokain
Analgesik
Piperin
Antifeedant (bioinsektisida)
Quinin
Obat malaria
Vinkristin
Obat kanker
Ergotamin
Analgesik pada migrain
Reserpin
Pengobatan simptomatis disfungsi ereksi
Mitraginin
Analgesik dan antitusif
Vinblastin
Anti neoplastik, obat kanker
Saponin
Antibakteri
Tantangan Penelitian
Tantangan dalam penelitian di bidang alkaloid, semakin lama semakin menarik dan dengan tingkat kesukaran yang rumit. Hal ini didasarkan pada fenomena bahwa jumlah alkaloid dalam tumbuhan berada dalam kadar yang sangat sedikit (kurang dari 1%) tetapi kadar alkaloid diatas 1% juga seringkali dijumpai seperti pada kulit kina yang mengandung 10-15% alkaloid dan pada Senecio riddelii dengan kadar alkaloid hingga 18%. Selain kadar yang kecil, alkaloid juga harus diisolasi dari campuran senyawa yang rumit. Proses isolasi, pemurnian, karakterisasi, dan penentuan struktur ini membutuhkan pengetahuan dan keterampilan khusus yang tentunya memerlukan waktu yang lama untuk mendalaminya.
Tantangan berikutnya dalam penelitian setelah ditemukan senyawa alkaloid murni dan diketahui strukturnya, adalah dengan melakukan uji aktivitas biologi terutama untuk aplikasi farmakologi dan bioinsektisida. Setelah diketahui aktivitas biologinya, kemudian dilanjutkan dengan mempelajari studi molekular (uji klinis) lebih lanjut senyawa tersebut bagi organisme (terutama manusia). Seandainya alkaloid yang diteliti, memiliki kelayakan sebagai obat, maka tantangan lain bagi para peneliti adalah mensintesis senyawa tersebut, terutama untuk mencari jalur sintesis yang sederhana dan murah, sehingga dengan sintesis dapat menyediakan pasokan alternatif obat semacam itu yang sering sukar diperoleh dari sumber alam.
Tantangan dalam bidang pengembangan ilmu alkaloid tidak berhenti sampai disini saja, adanya resistensi atau adanya efek ketagihan terhadap obat, menyebabkan para peneliti kembali disibukkan untuk mencari obat lain, yang salah satunya adalah dengan meneliti turunan-turunan senyawa yang berkhasiat tersebut.

3 komentar:

  1. Bagaimana cara mengisolasi senyawa alkaloid dalam tumbuhan???

    mohon jawabn anda...

    BalasHapus
  2. ini salah satu cara mengisolasi alkaloid pada tumbuhan contohnya daun kemangi yang pernah saya baca di internet semoga bermanfaat

    1. Daun kemangi sebagai contoh dipotong-potong dan atau dihaluskan,sesuai dengan instruksi asisten dosen.
    2. Timbang contoh sejumlah tertentu.

    3. Rendam dengan larutan garam. Konsentrasi larutan garam dan lamaperendaman sesuai dengan instruksi asisten dosen.

    4. Tempat contoh yang telah direndam pada tempat sample dari unit alatdestilasi uap langsung

    5. Ketel untuk penguapan air diisi air dengan jumlah tertentu.

    6. Unit alat dirangkai dengan benar, sambungkan juga unit clavengger.Periksa jangan sampai ada kebocoran.

    7. Alirkan air pendingin dalam kondenson, hidupkan alat pemanas.

    8. Air KeluarAir MasukKondensor

    9. SampelPemanasanUnitClavenggerErlenmeyer


    10. Karena panas, air akan mendidih, menguap, uap akan kontak dengancontoh, sekaligus menarik komponen minyak, terus uap air yangmengandung minyak didinginkan oleh kondensor, sehingga uap mencairdalam bentuk air bercampur minyak.

    11. Dalam clavengger minyak dengan air akan memisah karena perbedaanberat jenis.

    12. Proses ini dilakukan selama waktu tertentu sesuai dengan instuksi asistendosen.

    13. Minyak hasil, diukur volumenya, ditentukan berat jenisnya denganpiknometer, tentukan kelarutanya dalam alcohol

    silakan lihat blog saya

    BalasHapus
  3. Salah satu contoh cara mengisolasi senyawa kafein dalam kopi adalah:

    1.Menimbang 3,75 gram kopi
    2.Memasukkan kopi ke dalam gelas bekker dan Menambahkan 37,5 ml aquades.
    3.Menambahkan 2,5 gram CaCO3, kemudian mendidihkannya.
    4.Menyaring larutan dengan kertas saring. Memisahkan filtrat dariendapannya.
    5.Memanaskan sampai filtratnya 1/3 volume. Mendinginkan filtrat samapai suhu kamar.
    6.Memasukkan larutan ke dalam corong pisah dan menambahkan 7,5 ml kloroform, kemudian mengocok.
    7.Memisahkan larutan atas dan bawah pada corong pisah, larutan bawah dimasukkan ke dalam gelas bekker.
    8.Menambahkan 1 ml kloroform pada larutan atas yang ada di corong pisahdan menghomogenkannya.
    9.Memasukkan lapisan bawah dan atas ke dalam gelas bekker yang samadan melakukan evaporasi sampai kering.
    10.Menimbang crude kafein .
    Dari percobaan tersebut, maka dapat dihasilkan senyawa alkaloid yaitu kafein.

    BalasHapus